Gadis itu melenggang dengan muka gamang

wajah cantiknya telah lama lengang setelah sekian kali dilelang
karena setiap peminang tak kunjung bertandang
kalau pun ada, lelaki itu pasti takut ditendang karena tak beruang
penduduk kampung sudah tahu perihal gonjang-ganjing perawan kampung tak berdamping itu
maka jadilah ia buah bibir sepanjang siang dan petang

seorang lelaki pernah datang meminang menitip pesan lewat dayang seorang jomblang
tapi setelah jomblang pulang termaktublah kabar penolakan karena si ujang kurang uang 
wajahnya sudah dianggap usang
bertambah panjanglah gadis itu melajang dan muaklah para lelaki sepanjang zaman
hingga sekarang tak satu pun lelaki berani datang tak berminat dengan selangkang gadis ongkang
penduduk kampung sudah sepakat gadis itu tak akan pernah lagi menemukan nikmatnya pisang

petaka turun seiring gerimis rembulan yang menusuk daun ilalang
suatu malam gadis itu telah ditemukan mati menggantung
di ujung lantai surat wasiatnya terpampang
katanya, "wahai perempuan lajang. Jangan jalang!"
lalu matilah gadis kampung mengenaskan korban angan-angan!


Tanjung Kodok, 20 April 2014